Rasulullah saw. bersabda: "Bukanlah kefakiran yg aku takutkan atas kalian. Melainkan aku khawatir akan dibuka lebar (pintu) dunia kepada kalian. Nanti kalian akan bersaing untuk mendapatkannya sebagaimana mereka telah bersaing untuknya. Nantinya (kemewahan) dunia akan membinasakan kalian seperti telah membinasakan mereka (HR. Muttafaqun 'alaih)
For professional websites please choose the best web hosting company.


Pembuka & Penutup Al-Qur`an

PDF Print E-mail

 

  • Ketika kita perhatikan Al-Qur`an yang merupakan petunjuk bagi kita, seperti disebutkan pada awal surah Al-Baqarah, ternyata susunannya sungguh luarbiasa. Diawali dengan surah Al-Fatihah yang sebenarnya memberi informasi kepada kita bahwa yang sangat kita butuhkan guna meraih kebahagiaan di dunia dan akhirat adalah petunjuk atau bimbingan ALLAH ke jalan yang lurus (ash-shirooth al-mustaqiim):
    اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ
    "Tunjukilah kami jalan yang lurus,"
    Kemudian Al-Qur`an ditutup dengan surah An-Naas yang sejatinya menginformasikan kepada kita keberadaan dan peran makhluk lain (setan) yang selalu berusaha untuk memalingkan kita -dengan berbagai macam cara- dari jalan yang lurus tersebut, dimana kita diperintahkan untuk selalu memohon perlindungan kepada ALLAH kejahatannya:
    قُلْ أَعُوْذُ بِرَبِّ النَّاسِ مَلِكِ النَّاسِ إِلََهِ النَّاسِ مِنْ شَرِّ الوَسْوَاسِ الخَنَّاسِ الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُوْرِ النَّاسِ مِنَ الجِنَّةِ وَالنَّاسِ
    Katakanlah: Aku berlindung kepada Tuhan (Rob/yang memelihara) manusia, Raja manusia, Sembahan (Ilaah) manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam manusia, dari golongan jin dan manusia.
    Kedua surah tersebut menggambarkan hakekat kehidupan ini. Wallaahu A'lam....


  • Kalau kita perhatikan Surah Al-Fatihah dan Surah An-Naas, kedua-duanya diawali dengan menyebutkan kata “Rabb”, yang artinya menguasai, menciptakan dan memiliki, juga berarti yang memperbaiki/mengurus sesuatu (Kitab “Mu’jamu Maqaayiisil Lughah” (2/313). Dengan penempatan kedua surah yang diawali dengan mengingatkan kita kepada Tuhan yang menciptakan dan mengatur alam semesta (surah Al-Fatihah) serta menciptakan manusia dan mengatur kehidupannya (surah An-Naas), sebagai pembuka dan penutup Al-Qur`an, secara tersirat sebenarnya ALLAH ingin mengingatkan kepada kita bahwa Al-Qur`an yang merupakan petunjuk (pedoman hidup) bagi orang-orang yang bertakwa (QS. Al-Baqarah; 1-2) adalah bersumber dari Dzat Yang Menciptakan dan Mengatur alam semesta termasuk di dalamnya manusia. Tentunya Dzat Yang Menciptakan jauh lebih mengetahui daripada makhluk yang diciptakan. Orang yang membuat atau mendesain satu program (programmer) tentu lebih tahu daripada orang yang hanya menggunakan aplikasi program tersebut. Bila demikian, akankah kita terus menjauh dari Al-Qur`an? Masihkah kita ragu untuk menjadikannya sebagai pedoman hidup kita? Perhatikan ayat ke-1 dan ke-2 dari surah Al-Baqarah yang diletakkan persis setelah surah Al-Fatihah yang di dalamnya kita diarahkan untuk memohon petunjuk dan bimbingan ALLAH ke jalan yang lurus (ash-shirooth al-mustaqiim). Allah berfirman: “Alif lam mim. Ini adalah kitab yang tidak ada keraguan sedikit pun padanya. Petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa” (QS. al-Baqarah: 1-2) Karena itu, berusahalah untuk semakin dekat dengan Al-Qur`an. Syukur-syukur sudah meningkat, bukan lagi sekedar membaca, tetapi sudah memulai berupaya untuk memahami dan mengamalkan kandungannya. Wallahu A’lam…..

 

 

 
free pokerfree poker
Silahkan isi data-data iklan Anda di link terbawah!
Ponpes Al-Husna Sumut
Pondok Pesantren Al-Husna Marindal I Patumbak Deli Serdang Sumatera Utara.
Ponpes Fathan Mubina
Pondok Pesantren Fathan Mubina Ciawi Jawa Barat.
Blog Media Silaturahim
Blogspot Media Silaturahim
Ponpes Darurrahmah Yapida
Pondok Pesantren Darurrahmah Yapida Gunung Putri Bogor Jawa Barat
Renungan Ba'da Shubuh
Renungan Ba'da Shubuh oleh Ir. H. Dodie Hidajat
PT. Aqsha Jisru Dakwah

Renungan

Untuk sampai ke kota A, misalnya, kemungkinan besar slalu ada beberapa jalan. Andaikata jalan tercepat rusak dan banyak perompak sehingga kita harus melaluinya dg berdarah2 dan kemungkinan besar tidak dapat selamat sampai tujuan, maka kita harus mengambil jalur lain yg lebih aman walaupun lebih jauh dan lebih lama. Itulah yg harus difahami oleh seorang dai, terutama dalam situasi dan kondisi seperti sekarang ini dimana ta'ashshub (fanatik) golongan sangat kental dan seringkali menimbulkan benturan. Jadi butuh pendekatan dan cara yang cantik. Terkadang satu kebenaran bisa disampaikan dg berbagai cara yg sama2 sah dan tidak harus keluar dari prinsip2 syariat. Wallaahu A'lam....Lihat renungan lainnya>>>>>>