Cari Di Sini!

Hikmah
Pergantian Tahun Baru PDF Print E-mail
Hikmah

 

Lintasan planet mengelilingi matahari disebut orbit. Peredaran planet-planet mengelilingi matahari disebut revolusi planet. Selain berevolusi, planet juga melakukan gerak rotasi. Gerak rotasi adalah gerak berputar pada porosnya.

 

Matahari melakukan gerak Rotasi, bukan gerak Revolusi. Inilah yang dimaksud dengan ayat:

 

 

ﻭﺍﻟﺸﻤﺲ ﺗﺠﺮﻱ ﻟﻤﺴﺘﻘﺮ ﻟﻬﺎ ﺫﻟﻚ ﺗﻘﺪﻳﺮ ﺍﻟﻌﺰﻳﺰ ﺍﻟﻌﻠﻴﻢ

 

 

"dan matahari berjalan di tempat peredarannya (berotasi). Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui". (Yasin/36:38)

 

Di dalam ayat lain, yaitu surat Yunus/10 ayat 5, ALLAH SWT menjelaskan bahwa tujuan penciptaan Matahari dan Bulan, salah satunya, berguna untuk mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu bagi manusia. Dari keduanya, perhitungan hari (kalender) ini dikenal dengan tahun Masehi dan tahun Hijriyah.

 

Tahun Masehi berpedoman kepada perputaran (revolusi) bumi mengelilingi matahari, berjumlah 365 hari lebih seperempat hari (6 jam) dalam setahun, sehingga setiap empat tahun sekali berjumlah 366 hari, yang disebut dengan tahun kabisat.

 

Sedangkan tahun Hijriyah, berpedoman kepada perputaran (revolusi) bulan mengelilingi bumi, berjumlah 355 hari dalam setahun. Sehingga, tahun hijriyah selalu lebih cepat 11 hari dari tahun Masehi.

 

Dalam ibadah harian yaitu sholat, waktu pelaksanaanya berpedoman kepada matahari. Sementara dalam ibadah tahunan, seperti puasa atau haji, berpedoman kepada bulan.

 

Jadi, seharusnya, baik dalam pergantingan tahun Masehi atau Hijriyah, sikap umat Islam adalah sama. Karena ALLAH SWT menciptakan matahari dan bulan, agar manusia mengetahui bilangan tahun dan perhitungan waktu.

 

Selain itu, perputaran, baik matahari dan bulan, berguna juga untuk mengetahui usia. Kita mengenal kata "usia" dan "umur". Ada perbedaan makna antara keduanya.

 

Usia adalah masa / waktu yang sedang dijalankan. Sedangkan Umur, adalah batas atau jatah hidup. Oleh karenanya, usia terus bertambah, sementara umur terus berkurang.

 

Umur ibarat sebuah film, ada durasinya. Sudah diisi apa saja? Jika hanya diisi dengan makan, minum, tidur, dan hal-hal lain berupa kelezatan hidup, maka umur itu tidak ada bobotnya.

 

  • Evaluasi usia kita dengan iman: apakah kuat, lemah, atau longgar mau putus?

  •  

  • Sudahkah diisi dengan banyak ibadah? Baik ibadah vertikal kepada ALLAH SWT maupun horizontal kepada sesama. Keduanya saling berkaitan.

  •  

  • Sudahkah istiqomah melakukan sholat di masjid? Atau jangan-jangan masjid dibawa ke rumah.

  •  

  • Sudahkah diisi dengan ilmu? Karena kata Nabi SAW: "Siapa yang menginginkan dunia, maka dengan ilmu, siapa yang menginginkan akhirat, maka dengan ilmu. Dan siapa yang menginginkan keduanya, maka dengan ilmu".

  •  

  • Sudahkah ikhlas? Bersih aqidah, ibadah, mu'amalah dengan hati dan melakukan ihsan / inspirasi kebaikan?

 

Jika belum, maka "Jaddiduu iimaanakum", perbaharuilah selalu imanmu, baik dengan memperbanyak ibadah, menjauhi dosa dan bertaubat.

 

Juga melakukan "Ta'aawun", yaitu kerjasama / kolaborasi dengan orang lain. Karena kita tidak bisa hidup sendiri. Sholat saja ada yang harus berjama'ah, tidak sah jika dilakukan sendirian, seperti sholat Jum'at atau 'Ied.

 

Yang perlu diperhatikan dalam menghadapi pergantian tahun ini adalah:

 

  • Jangan diisi dengan kemaksiatan

  • Tabdziir, pemborosan

  • Mengganggu ketertiban dan kenyamanan orang lain.

 

Saya merasakan, pergantian tahun baru yang paling syahdu dan religius adalah pergantian tahun 2004 ke tahun 2005. Indonesia hening tanpa hura-hura. Indonesia bermuhasabah, instropeksi dan bertaubat. Mengapa? Karena enam hari sebelumnya terjadi tsunami di Aceh.

 

Apa harus menunggu "tsunami" untuk bisa seperti itu? Pergantian tahun harusnya menjadi momentum untuk menghisab, menghitung dan mengevaluasi diri, sejauh mana usia yang telah dijalankan benar-benar sesuai dengan yang diinginkan ALLAH SWT.

 

Jika belum, segera tekadkan niat untuk bertaubat dan memperbaiki diri dalam ketaatan, karena kita tidak tahu sampai kapan usia kita sampai kepada batas umur yang telah ditetapkan.

 

Semoga, di tahun 2016, kita lebih baik lahir batin dari tahun 2015. Aamiin...Wallaahu A'lam. Ust Azharul Fuad

 

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 1 of 34