Cari Di Sini!

Renungan 9 PDF Print E-mail
Hikmah

 

  • Harta dan tahta seringkali membuat kita lupa siapa sejatinya diri kita, lupa bahwa kita hanyalah makhluk lemah yang tidak bisa berbuat banyak kecuali dengan kehendak dan kekuasaan-Nya...Wallaahu A'lam

 

  • Ibarat anak sekolah diajari suatu pelajaran, ada yang bisa menangkapnya dan ada pula yang tidak. Demikian pula dengan orang yang berpuasa, ada yang bisa menangkap pelajaran-pelajaran dari ALLAH melalui ibadah puasa sehingga dia menjadi insan yang lebih peduli, lebih bisa menahan emosi dan lebih baik, tetapi ada juga yang tidak bisa menangkap pelajaran-pelajaran tersebut. Mudah-mudahan kita termasuk golongan yang pertama, aamiin.

 

  • Setiap tahun puasa, adakah dampak yang telah kita rasakan? Adakah kita menjadi orang yang lebih sabar dan lebih bisa mengendalikan emosi? Adakah kepedulian kita terhadap orang lain dan juga muraqabatullah kita semakin tinggi? Bila jawabannya tidak, maka masih banyak yang harus kita perbaiki. Wallahu A'lam

 

  • Andaikan kita tahu bahwa Ramadhan tahun ini adalah Ramadhan terakhir bagi kita, kemungkinan besar kita akan mengoptimalkannya untuk beribadah kepada ALLAH dan memohon ampunan kepada-Nya.

    Karena kita tidak tahu apakah kita masih bisa bertemu dengan Ramadhan tahun depan ataukah tidak, maka sudah sepantasnyalah bagi kita untuk menjadikan Ramadhan tahun ini seakan-akan Ramadhan terakhir bagi kita. Selamat menunaikan puasa hari ini, mudah-mudahan kita selalu dalam bimbingan-Nya, aamiin...

 

  • Kekuatan umat Islam rasanya semakin melemah dengan semakin banyaknya konflik atau pertikaian antar sesama Muslim di seluruh dunia, terutama di negara2 yang memiliki potensi kekuatan yang besar. Saya yakin, ada hikmah besar di balik semua yang terjadi. Dan sebagai Muslim, kita harus yakin akan janji ALLAH dan Rasul-Nya bahwa Islam akan kembali jaya. Wallahu A'lam...

 

  • Merujuk pada firman ALLAH: “Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi ALLAH ialah orang yang paling taqwa di antara kamu. Sesungguhnya ALLAH Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal(QS al-Hujurat [49]:13), tidak sepantasnya bagi kita untuk membeda-bedakan sikap atau perlakuan kita terhadap orang lain, terutama terhadap orang yang derajat, status sosial atau jumlah kekayaannya di bawah kita. Sebab, belum tentu kita lebih mulia di mata ALLAH daripada orang yang kita anggap rendah itu.

    Sangat disayangkan bila kita sering membaca atau mendengar firman ALLAH tersebut, bahkan sangat hapal dengannya, namun kita belum mengamalkan isinya dengan membeda-bedakan orang atau menilai orang berdasarkan materi. Nastaghfiruka ya Rabb (Kami mohon ampun kepada-Mu ya ALLAH...)

 

  • Bila kita beribadah -termasuk di dalamnya berdzikir, membaca al-Qur`an, bersedekah dan lain-lain-, alangkah lebih baik bila kita niatkan semuanya ikhlas untuk menggapai keridhaan-Nya semata, sebagai upaya pendekatan diri kita kepada-Nya.

    Mungkin tidaklah pantas bagi kita untuk menganggap salah orang yang melakukan semua itu hanya karena ini atau karena itu, apalagi untuk tujuan duniawi. Namun bila kita kembalikan semuanya kepada Al-Qur`an dan Hadits, sudah semestinya kita yakin bahwa hal pertama (melakukannya dengan ikhlas) adalah lebih baik. Yakinlah bahwa semakin dekat seorang hamba kepada-Nya, semakin doanya dikabulkan. Wallaahu A'lam.....

 

  • Kematian tidak mengenal usia. Kalau sudah saatnya tiba, tidak ada yang bisa menolaknya. Siapapun dia; tua atau muda sama saja. Akankah kita terus menunda-nunda TAUBAT kita kepada ALLAH dan menunggu hingga tamu tak diundang (ajal) itu datang?

    Perbanyaklah istighfar dan muhasabah. Semakin sering kita melakukan itu, insya ALLAH "bangunan" keislaman kita akan semakin baik, yang ditandai dengan semakin meningkatnya ibadah dan semakin bagusnya akhlak kita. Wallaahu A'lam..

 

  • Dalam konteks dakwah, dibutuhkan kesabaran ganda. Sebab, urusan hidayah adalah urusan اللّهُ. Tugas kita adalah menyampaikan dengan cara yang baik dan terus berdoa agar orang-orang yang kita dakwahi mendapat hidayah-Nya. Wallaahu A'lam...

    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik serta bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl: 125) Fatkhurozi