Cari Di Sini!

Cinta Lama Bersemi Kembali PDF Print E-mail
Konsultasi Keluarga

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Yth. Pengasuh konsultasi, saya seorang single parent, usia 43 tahun, memiliki satu orang anak yang usianya menjelang remaja. Suami telah menghadap Yang Maha Kuasa hampir 11 tahun yang lalu, dalam usia pernikahan yang belum genap 3 tahun.

 

Selama masa kesendirian ini, saya mengkonsentrasikan diri  untuk membesarkan anak sembari mendekatkan diri  kepada Tuhan dan mencari hikmah atas ujian yang saya hadapi ini. Alhamdulillah saya bisa tegar dan bisa menjalani kesendirian ini.

 

Tapi ternyata ujian Tuhan datang lagi sebulan yang lalu, tiba-tiba seseorang dari masa lalu saya menelpon. Surprise, karena kami telah hilang komunikasi selama 20 tahun. Waktu itu, jarak yang memisahkan sehingga kami kesulitan untuk berkomunikasi, karena setelah menamatkan kuliah, saya pulang ke kampung halaman. Dia laki-laki terbaik yang pernah dekat dalam kehidupan saya. Tapi dulu kami sama-sama remaja yang lugu sehingga tak pernah ada terucap kata sayang di antara kami.


Dia baru tahu kesendirian saya setelah kami cerita tentang keluarga masing-masing. Setelah itu kami intens sms ataupun telpon. Bahkan dia mengirimi suatu benda yang didalamnya terukir nama kami berdua. Dari komunikasi-komunikasi yang kami lakukan, terungkap fakta-fakta sebagai berikut:

 

1.Kami masih sama-sama saling mengingat satu sama lain, meskipun waktu yang cukup lama telah memisahkan kami. Sebenarnya dia menelpon saya karena tiba-tiba dia ingat saya dan langsung mencari info tentang keberadaan saya.

2.Kami sama-sama masih menyimpan rasa yang dulu, alias kami masih saling menyayangi.

3. Kami berdua masih berharap suatu hari nanti kami akan berjodoh.

4. Selama ini kami masih saling mencari info satu sama lain.

5. Ternyata kami sama-sama pernah berdoa agar suatu hari kami bisa bertemu kembali, dan Tuhan mengabulkannya sekarang.

6. Dia ingin berjumpa denganku, tapi aku menolak ajakannya karena takut fitnah, karena kesendirianku rentan akan fitnah.

7.       Dia pernah mengatakan bahwa saya adalah cinta pertamanya, karena itu dia pun sangat sulit untuk melupakan saya, meskipun dia telah berkeluarga hampir 15 tahun. Sementara bagi saya, dia adalah laki-laki yang terbaik, karena itu pula sulit bagi saya untuk melupakannya meskipun dulu pertemuan kami sangat singkat dan tak pernah terucap kata sayang di antara kami. Dulu kami sama-sama pendiam, dia hanya memberikan perhatian dengan pemberian-pemberian berupa apa saja.

 

Saya menyadari kami sekarang sedang bermain api. Saya coba untuk pending komunikasi, bahkan dua kali pernah mencoba untuk memutuskan komunikasi. Namun, yang terjadi malah saya selalu menangis dan tak bisa tidur. Akhirnya hal itu hanya bertahan 1 hari, setelah itu saya kembali mengirim sms.

 

Sampai sekarang istrinya belum tahu komunikasi kami. Sebenarnya ada kekhawatiran bila komunikasi kami ini diketahui oleh isterinya, apalagi kami sempat bertukar foto by phone, dan ternyata fotoku itu dia print dan disimpan untuk dipandang bila dia sedang merindukan saya. Tapi saya tidak memungkiri kalau saya merasa bahagia bisa berkomunikasi kembali dengannya. Saya mulai rindu dengan sms-sms darinya, rindu dengan suaranya, dan rindu dengan panggilan sayang darinya.

 

Apa yang harus saya lakukan sekarang? Bukankah Allah melarang memutuskan silaturahmi, dan apakah yang terjadi sekarang juga karena doa-doaku. Mohon solusinya. Terima kasih…

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

D-….

 

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Saudari D yang saya hormati, mengenai apa yang harus Anda lakukan, hal itu sangat tergantung dari pihak ketiga yaitu isteri dari laki-laki yang Anda cintai itu, apakah dia mengizinkan suaminya untuk menikah lagi ataukah tidak. Sebab, permasalahan ini bukan hanya berkaitan dengan hukum pernikahan dalam Islam saja, melainkan juga dengan UU No. 1/1974 tentang Perkawinan yang berlaku di negara kita, Indonesia.

 

Bila sang isteri mengizinkan, maka saya kira Anda sudah mengetahui jawaban saya mengenai apa yang harus Anda lakukan. Ya, Anda harus meminta laki-laki tersebut untuk segera menikahi Anda. Hal ini dimaksudkan agar Anda dan dia tidak terus terjerat oleh tali cinta yang akan menjerumuskan Anda berdua ke dalam “lubang” kemaksiatan, bahkan bisa jadi akan mengantarkan Anda berdua ke dalam perbuatan zina yang sangat dibenci ALLAH swt., sesuai firman-Nya: ““Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji ( fahisyah ) dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Israa`: 32 )

 

Namun bila ternyata sang isteri tidak mengizinkan karena mungkin dia termasuk wanita yang tidak mau dimadu atau tidak setuju dengan poligami, maka sebaiknya Anda menghentikan “permainan” api cinta tersebut. Sebab bila kenyataannya seperti itu, sementara Anda masih berkeinginan untuk tetap menjalin cinta dengannya, maka setidaknya ada dua kemungkinan:

 

1. Anda menikah dengannya secara sembunyi-sembunyi atau yang biasa disebut oleh masyarakat kita dengan istilah “nikah sirri”. Dalam hal ini, laki-laki tersebut akan menikahi Anda tanpa sepengetahuan isteri pertamanya. Walau dari sisi hukum Islam, pernikahan seperti ini dibolehkan asalkan memenuhi syarat-syarat dan rukun-rukunnya, namun saya pribadi sangat tidak menyarankan. Sebab bila ditinjau dari nilai-nilai akhlak, pernikahan seperti itu seringkali menimbulkan banyak kebohongan, terutama pada pihak laki-laki yang Anda cintai. Biasanya, laki-laki yang menikah lagi dengan cara seperti ini, seringkali berbohong kepada isteri pertamanya, padahal junjungan kita Nabi Muhammad saw. sangat tidak menyukai perbuatan dusta sebagaimana ditegaskan dalam sabda beliau: “Wajib atasmu berlaku jujur, karena sesungguhnya jujur itu membawa kepada kebaikan dan sesungguhnya kebaikan itu membawa ke surga. Seseorang akan terus berlaku jujur dan memilih kejujuran hingga dicatat di sisi Allah sebagai orang yang jujur. Dan jauhkanlah dirimu dari dusta, karena sesungguhnya dusta itu membawa kepada kedurhakaan, dan sesungguhnya durhaka itu membawa ke neraka. Dan seseorang akan terus berlaku dusta dan memilih kedustaan hingga dicatat di sisi Allah sebagai pendusta". (HR. Muslim) Belum lagi bila nantinya Anda dikaruniai anak dari pernikahan sirri tersebut, akan banyak kesulitan yang Anda berdua hadapi.

 

2. Anda tetap menjalin hubungan cinta dengannya tanpa ada pernikahan, atau yang biasa disebut oleh masyarakat kita dengan istilah “selingkuh”. Walaupun saya yakin Anda bisa menjaga diri sehingga Anda dapat terhindar dari perbuatan zina, namun menurut saya hal ini sangat tidak baik dan bertentangan dengan syariat Islam. Sebab seperti yang saya katakan di atas, hal ini akan menyebabkan Anda berdua terus terjerumus dalam “lubang” kemaksiatan, walaupun bukan kemaksiatan dalam pengertian zina (hubungan seksual).

 

Dari sini, maka saran saya, sebaiknya Anda pastikan apakah laki-laki yang Anda cintai itu mendapat izin dari isterinya untuk menikah lagi ataukah tidak, dan hal itu bisa Anda lakukan dengan cara memintanya untuk menanyakan hal itu kepada isterinya. Bila jawabannya ya, maka saya kira itu jawaban ALLAH atas doa yang pernah Anda berdua panjatkan kepada-Nya. Namun bila jawabannya tidak, maka bisa jadi itu adalah ujian ALLAH atas kesendirian Anda, atau –bahkan- bisa jadi itu godaan syetan yang dimaksudkan untuk menghalangi upaya Anda untuk mendekatkan diri kepada ALLAH, apalagi di saat Anda sedang berkonsentrasi untuk membesarkan anak sembari mendekatkan diri  kepada Tuhan. Wallaahu A’lam….Fatkhurozi

 

 
<< Start < Prev 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 Next > End >>

Page 19 of 48