Curhat Seorang Kakak Tentang Adiknya Yang Durhaka

Assalamualaikum Wr. Wb.

Maaf Pak Ustadz, saya ingin berkonsultasi tentang keluarga saya. Mudah-mudahan Pak Ustadz bisa membantu saya, amin. Saya adalah anak sulung yang mempunyai 2 orang adik laki-laki. Adik pertama saya sekarang berusia 30 tahun. Sejak kecil, dia memang lebih nakal. Tapi biasa nakalnya anak kecil, hanya sebatas sulit dinasehati, suka membangkang dan di sekolah pun selalu ranking terakhir. Hal ini membuat orang tua saya, terutama bapak, sering memarahinya dan bersikap kasar kepadanya. Bapak saya juga termasuk orang yang tidak bisa menahan emosi. Jika marah kepada anak-anaknya, dia sering berbuat kasar kepada mereka dan mengeluarkan kata-kata yang menyakitkan.

 

Karena adik saya yang pertama sering membantah, maka dialah yang paling sering dimarahi. Bahkan, meski adik saya telah menikah, bapak saya sering berselisih paham dengannya hingga berujung pada pertengkaran. Saya sering menasehati bapak agar beliau lebih dapat mengendalikan emosinya, apalagi adik-adik saya sudah dewasa sehingga tidak semestinya mereka masih sering dimarahi dan disalahkan.

 

Sebenarnya adik saya yang pertama termasuk anak yang baik. Namun karena sejak kecil kurang pintar, dia pun sering berbuat kesalahan, dan terkadang hal itu tidak ditolerir oleh bapak saya. Akhirnya, adik saya pun tumbuh menjadi pribadi yang tertutup dan mudah tersinggung. Kebetulan adik saya tersebut tinggal bersama orang tua di kampung, sementara saya dan adik kedua tinggal di Ciputat, bersama suami saya.

 

Pertengkaran antara adik pertama dan bapak masih sering terjadi, meskipun pada akhirnya mereka bisa saling memaafkan. Tapi dua bulan yang lalu, adik saya bertengkar lagi dengan bapak. Dia tersinggung dengan kata-kata bapak yang –katanya- cukup menyakitkan hatinya. Adik saya pun marah, sampai-sampai dia mengata-ngatai bapaknya dengan kata "monyet" (maaf). Mendengar itu, bapak saya pun berkata kepadanya: "Kamu durhaka kepada Bapak!"

 

Sejak kejadian itu, adik saya tidak mau shalat karena dia merasa sudah dikutuk oleh bapak sebagai anak durhaka. Menurutnya, percuma saja shalat karena anak durhaka pasti akan masuk neraka. Selama ini, adik saya merasa dianggap sebagai anak yang tidak dihargai. Dia juga merasa selalu disalahkan atas kesalahan-kesalahan sepele yang dilakukannya.

 

Melihat hal itu, ibu saya menyarankan kepada bapak agar bapak mau meminta maaf kepada adik saya itu, dan alhamdulillah bapak mau menuruti saran ibu tersebut. Ibu dan bapak pun akhirnya meminta maaf kepada adik saya karena selama ini sering menyakitinya. Menurut cerita ibu, sebenarnya adik saya sudah memaafkan bapak. Tapi anehnya, sampai sekarang adik saya masih tidak mau shalat. Ibu pun menjelaskan kepadanya bahwa kutukan atau kata-kata orangtua anaknya saat marah kepada anaknya akan dihapus oleh Allah jika keduanya (orangtua dan anak) sudah saling memaafkan.

Baca Selengkapnya Curhat Seorang Kakak Tentang Adiknya Yang Durhaka

Sekamar Bertiga (Suami, Istri & Ibu Mertua)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya punya masalah rumah tangga. Secara detailnya, saya mungkin tidak bisa menjelaskannya di sini. Tapi intinya, saat ini saya sedang kesal dengan suami. Sebab menurut suami, saat kami pulang ke kampung nanti, kamar mama (ibu mertua saya) dan kamar kami dijadikan satu. Jadi satu kamar nanti diisi 3 orang. Saya tidur bersama suami, sementara mama tidur di kamar sebelah yang hanya dipisahkan oleh sekat pembatas. Jadi tidak ada privacy di antara kami.

 

Menurut suami, hal itu disebabkan karena mama takut tidur sendirian. Yang ingin saya tanyakan, apakah Islam membolehkan hal seperti itu? Ayat atau hadits apa yang menjelaskan tentang aurat lahir dan aurat batin. Terima kasih atas jawabannya.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

X-….

 

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Saudari X yang saya hormati, masalah yang Anda dan suami hadapi sebenarnya hampir mirip dengan sejumlah masalah yang dikonsultasikan saudara-saudara kita yang lain, seperti pada konsultasi berjudul “Batasan Berbakti Kepada Kedua Orangtua” dan “Petunjuk Dari ALLAH Ataukah Dari Syetan”, dimana masalah yang Anda hadapi bersinggungan dengan permasalahan berbakti kepada kedua orangtua. Dalam hal ini, bila Anda dan suami tidak berhati-hati dalam mengambil sikap, hal itu bisa menyinggung perasaan orangtua (mama). Bahkan, dalam kasus seperti ini ada sebagian orangtua yang menganggap anaknya sebagai anak yang durhaka. Oleh karena itu, Anda dan suami dituntut untuk lebih bijak dalam menyikapinya.

Baca Selengkapnya Sekamar Bertiga (Suami, Istri & Ibu Mertua)

Sikap Kurang Adil Suami Terhadap Ibu Mertua

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillaahir-Rohmaanir-Rohiim. Semoga kita semua berada dalam lindungan ALLAH swt., amin. Ustadz, maaf saya terpaksa harus curhat di sini. Saya punya masalah dengan suami saya mengenai sikap adil terhadap orangtua kami masing-masing.

Begini ceritanya, Ustadz. Seandainya kelak kami diberikan kemampuan oleh ALLAH swt., kami ingin membantu orangtua kami (ibu saya dan mama suami). Namun, kami menemukan perbedaan pendapat atau keinginan. Keinginan saya adalah jika kami mampu, kami nanti ingin membantu ibu saya dan mama mertua 50-50 secara adil. Tapi suami tidak setuju. Katanya, mamanya lebih berhak untuk mendapat jatah lebih banyak, yaitu 80%, sementara ibu saya hanya 20%. Menurutnya, hal itu disebabkan karena ibu saya punya banyak anak yang mungkin bisa membantunya dan juga masih punya suami. Sementara mamanya sudah janda, walaupun dia juga punya 2 anak yang lain, yang mungkin juga bisa membantu.

Sikap tidak adil suami saya itu benar-benar membuat saya terzhalimi. Saya hanya minta suami bersikap adil saja. Walaupun penghasilan saya hampir 80% lebih besar daripada penghasilan suami, namun saya tidak mempermasalahkannya. Sikap tidak adil suami saya itu membuat saya merasa seperti “KERBAU” yang dimanfaatkan pihak lain. Saya sudah capek-capek kerja keras, tapi sebagian besar hasilnya dialokasikan untuk kesejahteraan mamanya saja. Sungguh batin saya merasa tersiksa terus dengan sikap suami saya tersebut. Mohon solusinya. Syukran….
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

L -…..

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Saudariku yang terhormat, saya sangat respect kepada Anda dan suami yang memiliki niat yang sangat mulia, yaitu niat untuk terus membantu orangtua Anda berdua, tentunya sebagai upaya untuk berbakti kepada mereka. Mudah-mudahan apa yang ingin Anda berdua lakukan itu dicatat oleh ALLAH swt. sebagai amal kebajikan yang akan mendatangkan ridha-Nya., karena ridha ALLAH sangat bergantung pada ridha kedua orangtua, sebagai sabda Nabi saw.: “Ridha Allah bergantung kepada keridhaan orang tua dan murka Allah bergantung kepada kemurkaan orang tua.” (HR. Bukhari)

Baca Selengkapnya Sikap Kurang Adil Suami Terhadap Ibu Mertua

Search