Ayah Tiri Jarang Shalat

Assalamu'alaikum Wr Wb.

Pak Ustadz, saya mau berkonsultasi. Ada 2 perkara yang mau saya konsultasikan:

Pertama, sekarang saya hidup bersama ibu kandung, ayah tiri, serta kakak tiri dan adik tiri. Ayah tiri dan adik tiri saya sangat jarang mengerjakan shalat wajib, bahkan shalat Jumat pun jarang sekali. Bagaimana cara saya menyikapinya? Sebab, saya sangat sedih melihat ibu menikah dengan ayah tiri yang seperti itu. Padahal saya sudah sering mengingatkan dan mencontohkan dengan perbuatan. Tapi mereka masih saja begitu.

 

Kedua, ibu kandung dan ayah tiri saya sekarang sering menggunakan kartu kredit, menyimpan tabungan di bank konvensional, mengkredit mobil/motor dimana semua itu terdapat riba di dalamnya. Saya sudah pernah mengingatkan ibu kandung dan ayah tiri saya, bahkan pernah juga mereka berdua mendengarkan tausiah tentang riba. Tapi mereka masih saja melakukannya. Sebagai anak, saya khawatir karena orang tua saya telah membiayai saya dengan uang yang tercampur riba didalamnya. Saya juga bingung harus bagaimana karena ini urusannya dengan orang tua. Bagaimana ya, Pak Ustadz? Apakah saya termasuk org yang ikut memakan riba tersebut? Apa yang harus saya lakukan, sementara saya masih pelajar yg blm punya penghasilan sendiri? Terimakasih, Pak Ustadz. Semoga kita selalu dalam bimbingan-Nya, Aamiin Yaa Allah.

Baca Selengkapnya Ayah Tiri Jarang Shalat

Bolehkah Istri Kirim Uang Ke Ortu Tanpa Izin Suami

Assalamualaikum Wr. Wb.
Saya mau tanya apakah salah jika seorang isteri membantu orangtuanya dengan cara mengirimkan uang bulanan secara diam-diam tanpa sepengetahuan suami? Meskipun suami selalu mengirimkan uang bulanan kepada orangtua saya, tetapi saya terkadang masih tetap mengirimkan uang bulanan kepada orangtua saya tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada suami. Hal itu terpaksa saya lakukan karena saya merasa kasihan kepada keluarga saya yang kadang masih kekurangan. Sebab, hanya mama saya saja yang bekerja.

 

Jujur, saya merasa iri kepada mertua saya. Sebab, suami bisa memberikan apa saja yang diminta oleh keluarganya, sementara untuk keluarga saya dia hanya bisa memberikan semampunya. Padahal kondisi keuangan kami bisa dibilang sangat berkecukupan. Kadang saya merasa sedih dengan keadilan yang diberikan untuk keluarga saya. Karena itulah, saya pun mulai mengirim uang secara diam-diam. Mohon pencerahannya. Terimakasih.

Ingin Kembali Setelah Gugat Cerai, Haruskah Nikah Ulang?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.
Ustadz, saya mau tanya. Saya telah digugat cerai oleh isteri dan sudah ada putusan pengadilan. Tetapi sekarang kami ingin rujuk kembali. Bagaimana caranya, Pak Ustadz? Apakah saya harus nikah ulang atau rujuk kembali tanpa nikah ulang? Meskipun orangtua istri saya tidak setuju, tapi kami berdua sepakat untuk rujuk kembali. Mohon petunjuknya. Terima kasih.
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.
N -...

 

Jawaban:

 

Wa'alaikumussalam Wr. Wb.
Saudaraku yang saya hormati, permasalahan yang Anda tanyakan sebenarnya hampir mirip dengan konsultasi serupa yang berjudul "Bila Isteri Menuntut Cerai, Bolehkah Suami- Isteri Bersatu Kembali?". Saya sarankan sebaiknya Anda membaca konsultasi tersebut agar Anda mendapatkan pemahaman yang lebih gamblang tentang hukum seputar gugatan cerai yang dilayangkan isteri, termasuk tentang perbedaan pendapat di kalangan ulama apakah khulu’ termasuk ke dalam katagori thalak ataukah fasakh (pembatalan akad).

Baca Selengkapnya Ingin Kembali Setelah Gugat Cerai, Haruskah Nikah Ulang?