Bila Orangtua Tidak Menyetujui Calon Istri Pilihan Kita

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, ada satu pertanyaan yang selama ini mengganjal di benak saya. Saya adalah seorang laki-laki yang sedang dalam tahap pencarian calon isteri. Sebenarnya, saya sudah memiliki pilihan, namun orangtua saya tidak setuju dengan wanita pilihan saya itu. Padahal menurut saya, dari segi agama, wanita pilihan saya lebih baik daripada wanita yang diajukan oleh orangtua saya. 

Selama ini, orangtua saya masih terpaku pada pertimbangan paras kecantikan, sementara saya tidak mempersalahkan itu. Saya lebih mempertimbangkan segi agamanya. Jadi, di antara kami masih ada silang pendapat.

 

Saya sudah seringkali berbicara kepada orangtua saya, khususnya ibu saya. Saya menjelaskan kepadanya bahwa pemikirannya selama ini adalah salah dan terlalu sempit. Namun, sampai sekarang beliau belum bisa menerima pendapat saya. Bahkan, beliau memaksa saya untuk tetap menikah dengan wanita yang beliau pilih. Kalau seperti itu kondisinya, bagaimana Ustadz? Mohon bimbingannya. Terima kasih. Semoga Allah swt. senantiasa memberikan kemudahan dalam semua urusan kita. Amin…..

Baca Selengkapnya Bila Orangtua Tidak Menyetujui Calon Istri Pilihan Kita

Hak dan Kewajiban Istri Yang Dipoligami

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya adalah seorang isteri yang sekarang dimadu (dipoligami). Saya ingin tahu hak dan kewajiban isteri yang dipoligami serta hak dan kewajiban suami. Terima kasih Ustadz.


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

H - …….

 

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Sebelum menjawab pertanyaan ukhti, terlebih dahulu saya ingin mengucapkan kekaguman dan rasa salut saya kepada ukhti yang nampaknya telah rela menerima keputusan suami untuk menikah lagi, meskipun mungkin pada mulanya hal itu begitu mengejutkan dan menyakitkan hati ukhti. Mudah-mudahan ketulusan hati dan kesabaran ukhti dalam menerima keputusan suami itu dapat menjadi amal shaleh yang diridhai Allah swt., dan semoga ukhti dapat meraih kebahagiaan dalam berumah tangga meskipun harus dipoligami. Aamiin….

Baca Selengkapnya Hak dan Kewajiban Istri Yang Dipoligami

Ditelantarkan Suami, Apakah Jatuh Thalak?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya memiliki suami yang alhamdulillah taat luar biasa kepada ibunya. Bagi suami saya, ibunya adalah segala-galanya. Perkataannya adalah perintahnya. Bahkan saat ini, suami telah meninggalkan saya dan bayi kami (yang kini berusia 21 bulan) tanpa ada berita apapun selama dua bulan. Hal itu dia lakukan agar dia dapat menikah dengan wanita pilihan ibunya. Sebab dengan pilihan ibunya itu, kondisi ekonomi keluarganya di kampung bisa meningkat. Bagaimana seharusnya tindakan saya? Apa tindakan suami saya itu bisa dibenarkan?


Apakah nanti setelah 3 bulan 10 hari setelah kepergian suami saya itu, bisa dikatakan bahwa saya telah menjalani masa ‘iddah? Salahkah saya jika setelah itu saya mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan, dengan alasan suami telah menelantarkan saya dan juga anak kami. Perlu diketahui, sampai sekarang suami tidak pernah peduli dengan kabar kami, bahkan untuk mengirim SMS guna menanyakan kabar kami saja tidak pernah. Mohon penjelasannya, terima kasih.

Baca Selengkapnya Ditelantarkan Suami, Apakah Jatuh Thalak?