Hukum Nikah Beda Agama

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, saya mau tanya, apa hukum menikah dengan orang yang berbeda agama, dan apa hukumnya menikah dengan orang yang berbeda agama di catatan sipil?


Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

J - ……

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.


Pernikahan beda agama atau pernikahan lintas agama merupakan sebuah pembahasan yang pernah ramai diperbincangkan di Indonesia beberapa tahun silam, dimana pada saat itu ada perbedaan pendapat antara sekelompok ulama dengan kelompok ulama lainnya atau antara sekelompok ulama dengan sekelompok intelektual Muslim. Karena perbedaan pendapat di antara mereka itu disebabkan karena adanya perbedaan penafsiran terhadap sejumlah ayat yang dijadikan landasan hukum dalam masalah tersebut, maka sebelum menjawab, saya akan menyebutkan ayat-ayat tersebut terlebih dahulu.

Baca Selengkapnya Hukum Nikah Beda Agama

Kehormatanku Sudah Direnggut, Haruskah Aku Jujur Pada Calon Suami?

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Tadinya saya sedang menunggu seorang pria yang ingin melamar saya 5 bulan lagi, karena dia sedang dalam masa kontrak dengan perusahaan tempat dia bekerja. Selama masa penantian itu, kami sepakat untuk tidak berkomunikasi. Kami sudah saling mengenal sejak lama. Dia kakak kelasku sewaktu kuliah dulu. Jujur, saya senang sekali dengan niatan dia untuk melamar saya, karena –menurut saya- akhlak dan agamanya baik.

 

Tapi ada satu hal yang membuat saya takut. Saya memiliki masa lalu yang tidak baik. Saya tidak bisa menjaga kehormatan saya. Tetapi alhamdulillah sekarang saya selalu berusaha untuk mendekatkan diri kepada Allah. Saya ingin jujur kepada dia, apapun yang terjadi nantinya, saya harus jujur sebelum dia menikahi saya. Sebab, saya tidak mau berbohong kepada dia tentang masa lalu saya.
 
Alhamdulillah saya sudah lega. Saya sudah jujur kepada dia, dan akhirnya dia memutuskan untuk tidak jadi melamar saya. Ini adalah resiko yang harus saya tanggung atas perbuatan saya di masa lalu. Saya akan mencoba ikhlas dan ridha atas semua keputusannya. Saya yakin rencana Allah –di balik semua itu- pasti indah. Tapi saya harus menjalani semuanya. Saya harus tetap SABAR dan SEMANGAT. Saya tidak akan menyerah karena saya yakin Cinta Allah akan selalu melindungi saya, dan hanya dengan Cinta-Nya itu saya dapat bertahan. Lalu apakah seorang seperti saya bisa menjadi seorang wanita yang shalehah, wanita yang akan dipilih oleh seorang laki-laki shaleh untuk dijadikan isterinya dn juga ibu dari anak-anaknya, meskipun saya memiliki masa lalu yang sangat buruk?? Masih pantaskah saya mendapat seorang pendamping yang shaleh?

Baca Selengkapnya Kehormatanku Sudah Direnggut, Haruskah Aku Jujur Pada Calon Suami?

Dilema wanita Yang Akan Dimadu

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Saya baru saja membaca blog Bapak. Kebetulan sekarang saya sedang menghadapi satu masalah, karena itu saya ingin berkonsultasi kepada Bapak. Begini Pak, saya dan suami menikah bulan Juli tahun lalu. Sebenarnya kami sudah saling mengenal selama kira-kira 6 tahun. Tetapi karena dia baru bekerja tahun lalu, maka kami pun baru menikah. Saya menikah dengannya dengan niat karena Allah, yaitu dengan niat ibadah kepada-Nya, untuk menjauhi perbuatan dosa dan untuk membina keluarga yang sakinah serta penuh mawaddah dan rahmah.

Saya mau menikah dengannya karena dia yang mengajari saya tentang Islam. Namun mungkin karena faktor cobaan, sekarang suami saya bekerja di kapal pesiar, sebuah lingkungan yang jarang menjalankan ibadah. Sebelum menikah, dia sudah mengenal seorang wanita melalui dunia maya. Bahkan mereka pernah bertemu sekali, namun hal itu diketahui oleh saya. Dia pun meminta maaf kepada saya, dan akhirnya kami menikah.

Namun saat kami kembali ke Jerman (setelah kami menikah), wanita itu menghubungi suami saya lagi. Dia mengatakan bahwa dirinya tidak bisa jauh dari suami saya, dan dia tidak menginginkan apa-apa kecuali hanya cintanya. Bahkan dia rela untuk ikut ke Jakarta, tempat dimana kami akan tinggal. Dia juga mengatakan bahwa dirinya akan masuk Islam asal suami saya mau menikah dengannya.

Sebenarnya suami saya sudah memutuskan hubungan dengannya hingga 3 kali, namun wanita itu merasa sangat bersedih. Katanya, dia siap menjadi isteri kedua. Dua hari yang lalu (sebelum konsultasi ini disampaikan-red), suami saya berterus terang kepada saya bahwa dia masih berhubungan dengan wanita itu. Dia sudah berusaha untuk tidak berhubungan, namun tetap tidak bisa. Saya sarankan kepadanya: “Memohonlah kepada Allah agar kamu diberi yang terbaik!” Saya sarankan hal itu karena saya tahu, di kapal dia mungkin jarang ada waktu untuk shalat. Saya hanya bisa mengingatkan dia dan berdoa saja, Pak.

Baca Selengkapnya Dilema wanita Yang Akan Dimadu