Mertuaku Cerewet

Assalammualaikum Wr. Wb.
Ustadz, saya dan anak diminta suami tinggal di rumah mertua di kota C, kurang lebih 3 jam dari Jakarta. Suami saya bekerja di Jakarta, sedangkan saya bekerja di kota S, kurang lebih 2 jam dari Jakarta dan 1/2 jam dari kota C. Namun, saya hanya sesekali saja ke kota S dan lebih banyak bekerja di rumah. Saya sudah berusaha untuk menuruti suami tinggal di kota C, karena suami ingin saya menemani orangtuanya dan ingin anak kami dibesarkan di lingkungan dimana suami dulu tinggal.

 

Namun, saya tidak betah tinggal di rumah mertua karena mertua perempuan saya sangat cerewet dan suaranya sangat keras, sehingga saya merasa tidak pernah tenang dan ikut pusing tujuh keliling mendengar semua problem yang diceritakan oleh mertua saya. Mertua saya sangat senang berbicara karena beliau guru bahasa. Bahkan, beliau hampir tidak pernah diam. Saat membaca majalah atau koran pun, beliau melakukannya dengan suara keras agar orang lain dapat mendengar.

 

Sementara itu, pekerjaan saya sangat membutuhkan ketenangan, karena saya harus membaca banyak buku dan literatur, lalu menuliskannya kembali dalam bentuk makalah atau penelitian. Mertua laki-laki saya suaranya juga sangat keras dan orangnya galak. Mertua laki-laki sering meminta uang ke istrinya yang juga bekerja. Anehnya, kalau marah, dia seringkali menyemprot istrinya dengan air pada saat sedang tidur malam hari..Mohon petunjuknya Ustadz. Syukron.

Baca Selengkapnya Mertuaku Cerewet

Ibuku Selingkuh

Assalamu’alaikum Wr. Wb.
Afwan Ustadz, saya mau tanya. Sekarang ini saya sedang bingung. Saya takut salah langkah dan salah ucap. Saya ada masalah dengan ibu kandung saya sendiri. Kurang lebih 1 tahun ini, saya curiga ibu saya selingkuh dengan laki-laki lain. Nenek saya yang tinggal satu rumah dengan ibu juga cerita mengenai hal itu. Terakhir saya memberanikan diri untuk menelpon ibu guna membicarakan hal itu kepadanya, karena waktu nenek saya tanya ibu dimana, beliau menjawab bahwa ibu sedang makan. Karena saya interogasi, akhirnya ibu mengaku bahwa teman yang mengajaknya makan itu adalah laki-laki yang sudah beristeri. Saat itu saya sangat marah, tapi suara saya tidak tinggi. Saya katakan kepada ibu: “Hati-hati bu, nanti jadi fitnah!” Ibu saya malah marah. Beliau meyakinkan bahwa tidak ada apa-apa antara beliau dengan laki-laki itu.

 

Namun, saya punya banyak bukti bahwa telah terjadi sesuatu di antara mereka. Saya harus bagaimana, Ustadz? Waktu nelpon ibu, sempet juga sih suara saya agak tinggi, tepatnya pas saya mengingatkan ibu bahwa ayah sedang beribadah haji. Saya harus bagaimana, Ustadz? Pasti ibu sangat kesal. Jawaban Ustadz saya tunggu. Terima kasih.

Baca Selengkapnya Ibuku Selingkuh

Nikah Beda Suku, Ikhlaskan atau Perjuangkan?

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya mau tanya Pak Ustadz. Saya wanita keturunan Jawa, sedangkan calon saya pria keturunan sunda. Pada mulanya tidak ada masalah di antara kami meski kami berbeda suku, namun tiba-tiba ibu calon suami saya tidak menyetujui hubungan kami. Sebab menurutnya, pria Sunda tidak boleh menikah dengan wanita Jawa.

 

Di satu sisi, saya tidak bisa memaksakan kehendak saya, karena saya tidak menginginkan calon suami durhaka kepada ibunya. Namun di sisi lain, saya tidak ikhlas bila hubungan kami berakhir begitu saja tanpa ada kesalahan yang saya lakukan. Kelahiran saya dari keturunan Jawa juga bukan pilihan saya.

 

Pak Ustadz, calon suami saya sudah berusaha meyakinkan orangtuanya bahwa larangan menikah beda suku itu hanya mitos. Namun tetap saja tidak berhasil. Menurut Ustadz saya harus bagaimana? Adakah larangan menikah beda suku? Terima kasih..

Baca Selengkapnya Nikah Beda Suku, Ikhlaskan atau Perjuangkan?