Hukum Mendoakan Orangtua Non-Muslim

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, mohon pencerahan; apakah doa seorang anak muslim untuk orangtuanya yang non muslim akan diterima oleh Allah swt.? Terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
S-....



Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Terima kasih atas pertanyaan dan perhatiannya. Pertanyaan Anda sangat menarik, hanya saja Anda tidak menyebutkan jenis doa yang Anda maksud, apakah doa agar orangtua diampuni Allah ataukah agar mereka mendapat hidayah? Tetapi tidak masalah, saya akan mencoba menjawabnya dengan menjelaskan hukum berdoa untuk kedua orangtua yang non-Muslim dengan dalil-dalil Al-Qur`an dan Hadits.


Berbakti kepada kedua orangtua merupakan satu amaliah yang diwajibkan oleh Allah swt.. Hal ini didasarkan pada sejumlah ayat yang menyandingkan penyebutan nama kedua orangtua dengan penyebutan nama Allah swt., seperti disebutkan dalam firman Allah swt.:

 

Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia, dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu-bapakmu dengan sebaik-baiknya.” (QS. Al-Israa` [17]: 23)

Baca Selengkapnya Hukum Mendoakan Orangtua Non-Muslim

Hukum Mengganti Puasa Bagi Wanita Haid

Assalamu’alaikum.Wr.Wb

Pak Ustadz, sebentar lagi kita memasuki bulan suci Ramadhan, yang ingin saya tanyakan apabila seorang wanita sedang mendapat haid maka dia tidak diwajibkan berpuasa,dan puasanya dapat diganti lain hari. Apakah lain hari itu setelah kita merayakan lebaran Pak Ustadz?? Sebab saya mengganti puasanya setiap puasa Senin-kamis boleh ga pak Ustadz??


Wassalamu’alaikum Wr. Wb. 


W-.....

 

 

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.

Bila seseorang tidak menunaikan puasa Ramadhan karena alasan tertentu yang diizinkan oleh syara’ (agama) seperti sakit, musafir, haidh atau alasan-alasan lainnya, maka dia wajib menggantinya pada hari-hari yang lain. Ini sesuai dengan firman Allah swt. dalam QS. Al-Baqarah (2): 186: “Barangsiapa sakit atau dalam perjalanan, (maka dia boleh tidak berpuasa) dan menghitung berapa hari ia tidak berpuasa untuk digantikannya pada hari-hari yang lain“.

 

Khusus untuk wanita yang haidh, diriwayatkan sebuah hadits dari Aisyah ra. bahwa dia berkata: “Ketika kami sedang haidh, maka kami diperintahkan untuk mengqadha puasa dan tidak diperintahkan menggadha shalat.” (Hadits Muttafaq ’Alaih)

Baca Selengkapnya Hukum Mengganti Puasa Bagi Wanita Haid

Hukum Menikahi Wanita Hamil & Status Anak Di Luar Nikah

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

 

Apa kabar Ustadz? Semoga Ustadz dan keluarga selalu sehat dan selalu dalam lindungan Allah swt., aamiin…Ustadz yang saya hormati, saya ingin bertanya tentang satu hal kepada Ustadz, yaitu tentang status anak di luar nikah. Saya pernah mendengarkan pengajian yang –kalau tidak salah- disampaikan oleh Ustadzah Hj. Luthfiah Sungkar. Kemudian sewaktu akan melangsungkan pernikahan, saya juga mendapat nasehat pernikahan yang isinya antara sebagai berikut:

  1. Perempuan yang hamil di luar nikah tidak boleh dinikahi, dan boleh dinikahi jika telah melahirkan dan melewati masa nifasnya.

  2. Anak yang lahir dari hubungan di luar nikah, jika laki-laki maka ia tidak mempunyai hak waris, dan jika perempuan, maka ayahnya tidak boleh bertindak sebagai wali pernikahannya kelak.

 

Ustadz, dua hal tersebut sangat saya yakini kebenarannya karena disampaikan oleh orang-orang yang mempunyai pengetahuan agama yang sangat dalam, sehingga sewaktu saya menerima pengetahuan tersebut, saya tidak berusaha untuk menghafalkan di surat apa dan ayat berapa dicantumkan perkara ini, atau hadits apa yang menerangkannya.

 

Tapi seiring berjalannya waktu, beberapa kali saya menghadapi orang-orang yang salah dalam melaksanakan perkara ini. Namun, karena keterbatasan pengetahuan yang saya miliki, saya pun sulit untuk mempertahankan pendapat saya. Misalnya:

 

  1. Ada orangtua yang buru-buru menikahkan anaknya yang hamil di luar nikah dengan alasan untuk menutupi aib keluarga. Tapi mereka tidak menikahkannya kembali saat sang anak telah melahirkan.

  2. Ada orangtua (ayahnya) yang menjadi wali saat menikahkan anak perempuannya yang merupakan anak hasil hubungan di luar nikah.

 

Tentu saja, kedua kejadian tersebut membuat pasangan-pasangan yang menikah itu hidup secara zina di mata Allah. Hal inilah yang membuat saya ingin memastikan kepada Ustadz tentang kebenaran yang saya yakini itu. Surat-surat apa sajakah dalam Al-Qur`an yang memuat tentang perkara-perkara di atas dan hadits-hadits apa sajakah yang menerangkannya, sehingga ketika saya bertemu dengan kejadian seperti ini lagi, saya dapat menerangkannya dengan lebih jelas apa yang saya yakini itu.

Baca Selengkapnya Hukum Menikahi Wanita Hamil & Status Anak Di Luar Nikah

Search