Nadzar Haji

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustadz, saya mau tanya tentang harta almarhum bapak saya. Beliau pernah menginginkan bila sawahnya terjual akan digunakan untuk berangkat haji. Namun sebelum sawah itu terjual, beliau keburu meninggal dunia. Alhamdulillah, sekarang sawah itu telah terjual. Mamah menginginkan agar harta itu digunakan untuk menghajikan almarhum bapak, diwakili oleh anaknya. Sementara uwak tidak setuju. Dia menginginkan harta itu dibagikan saja.

 

Sebaiknya bagaimana yah, Pak Ustadz? Mohon arahannya karena masalah ini menjadi masalah yang cukup serius bagi keluarga kami. Perlu diketahui, anak bapak semuanya berjumlah 9 orang, dan semuanya perempuan. Terima kasih atas

jawabannya.
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.
T-….

 

Jawaban:
Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Saudari T yang saya hormati, keinginan ayah Anda untuk berangkat haji bila sawahnya terjual disebut dengan nadzar mu’allaq, yaitu suatu nadzar yang pelaksanaannya dikaitkan dengan sesuatu. Contoh nadzar mu’allaq adalah seperti dengan mengatakan: “Jika sawah saya laku, maka saya akan pergi haji”, atau “Jika saya sembuh, maka saya akan mensedekahkan separoh harta saya untuk fakir miskin.”

Baca Selengkapnya Nadzar Haji

Hukum Pengobatan Alternatif (2)

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Yth. Ustadz, saya mau tanya tentang hukum pengobatan alternatif. Sejak bulan Juni 2014, istri saya terkena kanker payudara. Pada bulan Juni 2014 itu, payudara sebelah kanan sudah diangkat, dikemo dan diradiasi. Alhamdulillah pada bulan Juni 2015, sudah dinyatakan bersih. Tetapi pada bulan Agustus, dinyatakan sudah metastasi ke kepala bagian belakang hingga menyebabkan istri saya harus dirawat kembali.

 

Pada pertengahan Februari 2016, kembali dinyatakan bersih. Namun 2 minggu kemudian, istri saya tidak bisa jalan. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa telah terjadi metastasi ke tulang ekor tempat pusat saraf motorik. Hal itu menyebabkan bagian pusar ke bawah tidak bisa digerakkan.

 

Dalam keadaan seperti itu, saya mencoba pengobatan alternatif. Pengobatan yang dilakukan adalah dengan cara membaca surat-surat Al-Qur'an. Namun proses pengobatan juga dilakukan dengan memakai kembang, yaitu pada saat pengambilan gumpalan darah di badan istri saya yang dilakukan dengan cara dihisap. Saya lihat sendiri ada darah beku dan ada urat yang keluar. Katanya itu adalah akar-akar kanker. Pada saat pengambilan darah, bapak yang mengambilnya seperti kesurupan. Dalam keadaan seperti itu, dia menulis tentang jenis penyakit yang diderita istri saya dan tindakan selanjutnya yang harus dilakukan.

 

Selain itu, saya juga diwajibkan untuk sedekah kepada yatim piatu, fakir miskin dan kaum dhu'afa. Yang ingin saya tanyakan, apakah cara pengobatan dengan menggunakan kembang seperti itu dibenarkan dalam Islam? Terima kasih atas jawaban yang diberikan.

Baca Selengkapnya Hukum Pengobatan Alternatif (2)

Hukum Pengobatan Alternatif

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ustad, mohon bantuannya. Saya mau tanya, Bapak mertua saya sedang sakit tumor dan udah dibawa ke dokter beberapa kali, tetapi belum ada tanda-tanda kesembuhan. Akhirnya, karena keterbatasan biaya, suami saya dan keluarga membawanya berobat ke tempat pengobatan alternatif di daerah Sukabumi. Pengobatan yang dilakukan adalah, bapak mertua saya masuk ke dalam sebuah ruangan ditemani dari jauh oleh adik ipar saya dan ibu mertua. Lalu perut Bapak mertua saya dibedah memakai pisau dengan membaca asma Allah. Tetapi anehnya, Bapak mertua tidak merasakan sakit sedikitpun ketika daging dan air dikeluarkan dari perutnya.

Anehnya lagi, setelah tindakan pembedahan itu selesai dilakukan, perut Bapak mertua kembali normal seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Menurut saya, hal itu sangat tidak masuk akal. Karenanya, saya khawatir orang yang mengobati tersebut bekerjasama dengan jin.

 

Nah, yang ingin saya tanyakan adalah apakah cara pengobatan yang dilakukan terhadap Bapak mertua saya itu dibolehkan? Sekedar informasi, kami sudah tidak punya biaya lagi untuk ke dokter, padahal kami sangat menginginkan kesembuhan bagi orangtua kami. Insya Allah bulan depan, suami saya akan kembali lagi membawa bapaknya untuk cek-up ke Sukabumi lagi. Mohon bantuannya Ustadz untuk memberikan jawabannya. Sebelumnya saya ucapkan terima kasih banyak, dan semoga Ustadz selalu dalam lindungan Allah swt.. Amin

Baca Selengkapnya Hukum Pengobatan Alternatif