Cari Di Sini!

Amal Terbaik Untuk Arwah Orangtua PDF Print E-mail

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, perbuatan atau amalan apa yang dapat dilakukan seorang anak guna memohon ampunan kepada Allah swt. untuk arwah orangtua (bapak)nya yang semasa hidupnya banyak meninggalkan shalat, walaupun menjelang wafatnya beliau sudah ada niat untuk menunaikan shalat dengan mempelajari buku tuntunan shalat. Atas informasinya kami sampaikan terima kasih.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

T - …..

Jawaban:

Wa’alaikumussalam Wr. Wb.


Sungguh sebuah kebanggaan bagi orangtua yang sudah meninggal dunia bila dia meninggalkan seorang anak shaleh yang selalu mendoakannya dan memohonkan ampunan kepada Allah untuknya. Anak shaleh seperti ini akan menjadi perbendaharaan yang sangat berharga bagi orangtuanya. Bahkan dalam sebuah Hadits, Rasulullah saw. mengatagorikan anak shaleh seperti ini sebagai amal perbuatan manusia yang tidak akan terputus meskipun dia sudah meninggal dunia, di saat amal-amal yang lain terputus. Beliau bersabda:

إِذَا مَاتَ ابْنُ آدَمَ اِنْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثٍ، صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ


Jika anak cucu Adam meninggal dunia, maka terputuslah semua amalnya kecuali tiga (perkara), yaitu: shadaqah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak shaleh yang mendoakannya. (HR. Tirmidzi)

 


Anak shaleh seperti inilah yang mampu mengangkat derajat orangtuanya yang sudah meninggal dunia, seperti disabdakan oleh Baginda Rasulullah saw.:

تُرْفَعُ لِلْمَيِّتِ بَعْدَ مَوْتِهِ دَرَجَتُهُ فَيَقُوْلُ أَيْ رَبِّ أَيُّ شَيْءٍ هَذِهِ فَيُقَالُ وَلَدُكَ اِسْتَغْفَرَ لَكَ


“Setelah seseorang meninggal dunia, derajatnya akan ditinggikan, dia pun bertanya: ‘Wahai Tuhanku, kenapa derajatku ditinggikan?’ maka dijawablah: ‘Anakmu telah memohonkan ampunan untukmu.’” (HR. Bukhari)

Mudah-mudahan Anda termasuk ke dalam golongan anak shaleh tersebut, dan mudah-mudahan doa dan permohonan ampunan Anda untuk orangtua Anda dikabulkan Allah swt.. Berdasarkan kedua Hadits tersebut – dan masih banyak lagi Hadits-Hadits lainnya-, maka tidak ada amal yang terbaik yang dapat dilakukan oleh seorang anak untuk orangtuanya yang sudah meninggal dunia kecuali doa dan permohonan ampunan untuknya. Dengan demikian, maka pertanyaan yang mungkin lebih tepat adalah: bagaimana agar doa dan permohonan ampunan saya kepada Allah swt. dapat dikabulkan?

Jawabannya adalah dengan cara mendekatkan diri kepada Allah swt. dengan cara bertakwa kepada-Nya. Sebab, bila seseorang telah dekat dengan Allah, maka Allah akan mencintainya. Bila Allah telah mencintainya, maka apa yang dimintanya insya Allah akan dikabulkan, seperti difirmankan Allah dalam sebuah Hadits Qudsi: “Jika Aku (Allah) telah mencintainya, maka Aku akan menjadi pendengaran baginya yang digunakannya untuk mendengar, penglihatan baginya yang digunakannya untuk melihat, tangannya yang akan digunakannya untuk berbuat dan kakinya yang digunakannya untuk berjalan. Jika dia meminta kepada-Ku, maka Aku akan memberikan kepadanya (apa yang dia minta); dan jika dia memohon perlindungan kepada-Ku, maka Aku akan memberikan perlindungan itu kepadanya.“

Selain itu, perbanyaklah shadaqah dengan niat untuk orangtua Anda, karena dalam sebuah Hadits, Rasulullah saw. bersabda: “Jika salah seorang di antara kalian hendak mengeluarkan shadaqah, maka bila kedua orangtuanya Muslim, hendaklah dia niatkan shadaqah itu untuk kedua orangtuanya, niscaya kedua orangtuanya itu akan mendapatkan pahala shadaqah tersebut tanpa mengurangi sedikitpun pahala orang yang bershadaqah.

Pada riwayat lain yang bersumber dari Ibnu Abbas, disebutkan bahwa Ibu Sa’ad bin Ubadah meninggal dunia saat Sa’ad bin Ubadah tidak berada di sampingnya. Sa’ad pun bertanya kepada Rasulullah saw.: “Wahai Rasulullah, ibuku telah meninggal dunia saat aku sedang tidak berada di dekatnya. Manfaatkah untuknya jika aku mensedekahkan sesuatu (yang pahalanya) diperuntukkan baginya?” Beliau menjawab: “Ya.” Mendengar jawaban itu, Sa’ad berkata: “Aku memintamu menjadi saksi bahwa kebunku ini sudah aku sedekahkan (dengan niat) untuknya (ibuku).”

Demikian penjelasan dari saya, mudah-mudahan dapat bermanfaat. Wallaahu A’lam…. Fatkhurozi