Cari Di Sini!

Nikah Beda Suku: Ikhlaskan Atau Pertahankan? PDF Print E-mail
Konsultasi Keluarga

 

Assalamualaikum Wr. Wb.

Saya mau tanya Pak Ustadz. Saya wanita keturunan Jawa, sedangkan calon saya pria keturunan sunda. Pada mulanya tidak ada masalah di antara kami meski kami berbeda suku, namun tiba-tiba ibu calon suami saya tidak menyetujui hubungan kami. Sebab menurutnya, pria Sunda tidak boleh menikah dengan wanita Jawa.

 

Di satu sisi, saya tidak bisa memaksakan kehendak saya, karena saya tidak menginginkan calon suami durhaka kepada ibunya. Namun di sisi lain, saya tidak ikhlas bila hubungan kami berakhir begitu saja tanpa ada kesalahan yang saya lakukan. Kelahiran saya dari keturunan Jawa juga bukan pilihan saya.

 

Pak Ustadz, calon suami saya sudah berusaha meyakinkan orangtuanya bahwa larangan menikah beda suku itu hanya mitos. Namun tetap saja tidak berhasil. Menurut Ustadz saya harus bagaimana? Adakah larangan menikah beda suku? Terima kasih..

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

A-...

 

Jawaban:

 

Wa'alaikumsalam Wr. Wb.

Saudariku, permasalahan yang Anda sampaikan hampir mirip dengan permasalahan pada konsultasi berjudul "Hukum Menikah Dengan Orang Seadat". Dalam konsultasi tersebut, saya sudah menjelaskan bahwa tidak ada larangan untuk menikah dengan orang yang tidak seadat, karena yang menjadi dasar paling utama bagi laki-laki untuk memilih wanita adalah faktor agama, seperti yang disabdakan Rasulullah saw.: “Wanita itu (biasanya) dinikahi karena empat hal; karena hartanya, karena kecantikannya, karena keturunannya, dan karena agamanya. Maka, pilihlah wanita yang agamanya baik, niscaya kamu akan beruntung.”Dalam hadits ini, Rasulullah saw. sangat menekankan faktor agama, bukan faktor yang lain, termasuk faktor adat. Aturan ini juga berlaku ketika seorang wanita hendak memilih calon pendamping hidupnya.

 

Hal ini senada dengan salah satu prinsip Islam yang mengajarkan persamaan antar sesama manusia, dimana tidak ada perbedaan antara satu bangsa dengan bangsa yang lain, satu suku dengan suku yang lain, sebagaimana disabdakan oleh Baginda Rasulullah saw. dalam sebuah hadits: "Tidak ada keutamaan bagi orang Arab atas non-Arab, tidak pula sebaliknya; tidak juga bagi orang yang berkulit merah atas orang yang berkulit hitam, tidak pula sebaliknya, tetapi (keutamaan itu hanyalah) dengan ketakwaan". (HR. Ahmad)

 

Berdasarkan hal itu, maka keyakinan bahwa orang Jawa tidak boleh menikah dengan orang Sunda hanyalah mitos yang sama sekali tidak berdasar. Maka, saya sarankan kepada Anda dan calon suami, untuk tetap berusaha meyakinkan orangtua, tentunya dengan cara-cara yang bijaksana dan penuh kelembutan. Bila perlu, memintalah bantuan kepada orang yang perkataannya masih didengar oleh orangtua calon suami Anda, seperti kyai, ustadz, tokoh masyarakat ataupun saudara dekat orangtua, untuk menjelaskan masalah tersebut.

 

Jangan lupa untuk selalu memohon petunjuk dan pertolongan ALLAH, karena hanya Dia-lah Dzat Yang Maha Kuasa dan mampu mewujudkan apa yang kita inginkan. Soal hasil yang akan Anda terima, pasrahkan sepenuhnya kepada ALLAH, karena hanya Dia yang mengetahui apa yang terbaik buat kita.

 

Bila Anda sudah berusaha maksimal disertai doa dengan sungguh-sungguh kepada ALLAH swt. tetapi hasilnya tetap nihil, sebaiknya ikhlaskan saja. Namun, Anda harus legowo, tidak perlu cemas soal jodoh, apalagi sampai stress. Yakinlah bahwa ada hikmah di balik itu. Wallaahu A'lam... Fatkhurozi