Cari Di Sini!

Sudah Talak Berapakah Saya? PDF Print E-mail
Konsultasi Keluarga
Monday, 03 October 2016 01:18

 

Sudah Ditalak Berapakah Saya?

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pak Ustadz, saya mau bertanya, dulu suami sering sekali mengatakan kalimat "pisah" baik secara lisan maupun tulisan. Di bulan Juni dan Agustus pun mengatakannya kembali. Berdasarkan situs ini kami (suami dan saya) baru tahu ternyata sudah jatuh talak jika mengucapkan kalimat "pisah".

 

Yang ingin saya tanyakan, jika demikian maka sudah ditalak berapa kali kah saya oleh suami? Apakah jika ingin rujuk perlu ada kalimat penegasan dari suami untuk membatalkan talak yang sudah terucap? Terimakasih.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

A -...

 

Jawaban:

 

Wa'alaikumsalam Wr. Wb.

Saudariku yang saya hormati, saya berharap Anda sudah benar-benar memahami pendapat yang saya lontarkan pada konsultasi-konsultasi sebelumnya yang serupa, yaitu konsultasi berjudul Suami Mengucapkan Kata "Pisah" dan juga Bila Suami Mengatakan "Pisah", Apakah Jatuh Talak?. Tentunya dengan harapan agar arah pertanyaan Anda sudah sejalan dengan pendapat yang saya sampaikan. Dalam artian, kata "pisah" yang Anda anggap telah menyebabkan jatuhnya talak di antara Anda dengan suami merupakan perkataan yang benar-benar dibarengi niat talak.

 

Bila memang sudah seperti yang saya jelaskan dalam kedua konsultasi tersebut, maka mengenai jumlah talak yang sudah jatuh, Anda dan suami yang lebih mengetahui. Apalagi dalam pertanyaan di atas, Anda mengatakan bahwa hal itu sering terjadi.

 

Kasus yang Anda alami merupakan kasus yang masih sering terjadi di kalangan masyarakat kita. Hal itu bisa disebabkan karena faktor ketidaktahuan akan hukum-hukum seputar pernikahan dan talak atau karena menganggap sepele hukum-hukum tersebut. Padahal Islam sangat menekankan agar kita lebih berhati-hati, terutama dalam mengucapkan atau memutuskan perceraian. Baca konsultasi berjudul Cerai Dalam Keadaan Emosi.

 

Semestinya suami tidak mudah mengucapkan kata “talak” atau kata-kata yang mengarah ke talak. Demikian pula dengan isteri, semestinya tidak mengucapkan kata-kata yang menyebabkan suami terpancing untuk mengucapkan talak.  Masalah dalam keluarga adalah sesuatu yang lumrah terjadi, apalagi setelah pasangan suami-isteri melewati masa-masa bulan madu. Namun satu hal yang harus diperhatikan adalah pengendalian emosi. Pasangan suami-isteri, siapapun mereka, harus bisa mengendalikan emosi. Bila terjadi masalah, sebaiknya diselesaikan dengan kepala dingin hingga masing-masing pihak bisa berfikir secara jernih mengenai sisi positif dan negatif dari sikap yang akan diambil. Bila perlu, gunakan seorang hakam (penengah) dari pihak suami dan hakam dari pihak isteri guna mencari solusi terbaik, sebagaimana ditegaskan dalam firman Allah swt.:

 

"Dan jika kamu khawatirkan ada persengketaan (perceraian) antara keduanya, maka kirimlah seorang hakam dari keluarga laki-laki dan seorang hakam dari keluarga perempuan. Jika kedua orang hakam itu bermaksud mengadakan perbaikan, niscaya Allah memberi taufik kepada suami-isteri itu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal." (QS. An-Nisa' [4]: 35)

 

 

Baca juga: Mertua Campur Tangan, Isteri Gugat Cerai

 

Bila kedua belah pihak atau salah satunya (suami atau isteri) telah bulat untuk mengambil langkah talak, maka sebaiknya langsung mengajukan gugatan ke Pengadilan Agama. Hal ini dimaksudkan agar lebih mendapatkan kepastian hukum yang diperkuat dengan aspek legalitas.

 

Mengenai pertanyaan Anda yang kedua, yaitu tentang cara rujuk, ketahuilah bahwa rujuk dapat dilakukan dengan mengucapkan kata-kata yang mengandung pernyataan rujuk, baik secara tegas seperti dengan mengucapkan “Saya rujuk kembali kepadamu” ataupun dengan sindiran tapi diniatkan untuk rujuk seperti dengan mengucapkan “Bagiku, sekarang kamu sudah seperti dulu”. Rujuk juga dapat dilakukan dengan perbuatan seperti dengan melakukan hubungan suami-isteri, ciuman dan sejenisnya, yang dibarengi dengan niat rujuk.

 

Demikian penjelasan saya, mudah-mudahan bermanfaat. Wallaahu A’lam…Fatkhurozi