Cari Di Sini!

Hukum Hasil Usaha Dari Pinjaman Bank Print E-mail
Konsultasi Muamalah
Thursday, 18 August 2016 18:31

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Bismillah, Ust yang saya hormati karena Allah, saya terlanjur meminjam uang di bank dengan harapan bisa membeli kendaraan untuk antar jemput karyawan. Sekarang saya baru sadar bahwa pinjam uang di bank adalah riba. Saya pun bertaubat untuk tidak mengulangi perbuatan itu (pinjam uang di bank) dan berusaha keras untuk segera melunasi hutang saya ke bank tsb. Pertanyaan saya, apakah uang yang dihasilkan dari antar jemput karyawan itu haram dikonsumsi? Sebab, saya telah membeli kendaraan tersebut dengan uang yang saya pinjam dari Bank. Mohon pencerahannya, Pak Ustadz. Syukran.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

M - ....

 

Jawaban:

 

Wa'alaikumussalam Wr. Wb.

Saudaraku yang saya hormati, saya sangat gembira mendengar penuturan Anda bahwa Anda sudah menyadari bahwa apa yang selama ini Anda lakukan termasuk ke dalam perbuatan yang tidak diridhai Allah swt, dan alhamdulillah Anda pun sudah membulatkan tekad untuk bertaubat kepada-Nya. Mudah-mudahan Anda bisa istiqamah dan senantiasa dibimbing Allah swt., dan mudah-mudahan semakin banyak orang yang menerima "pancaran" hidayah Allah seperti yang telah Anda terima, sehingga eksistensi ekonomi Islam -dengan berbagai instrumen didalamnya- semakin diakui dan semakin berkembang di masyarakat.

 

Baca juga: Hukum Meminjam Modal Ke Bank Konvensional

 

Seperti yang sering saya sampaikan dalam berbagai kesempatan, saya sangat yakin bahwa saat ini kita sedang dalam masa transisi, dari ekonomi kapitalis yang sudah sekian lama menyengsarakan umat manusia, menuju ekonomi Islam yang benar-benar sesuai ajaran Rasulullah saw. dan mudah-mudahan bisa menjadi solusi bagi keadilan, kesejahteraan dan kemakmuran umat manusia.

 

Mengenai pertanyaan yang Anda tanyakan, saya ingin menekankan bahwa uang yang Anda gunakan sebagai modal usaha sejatinya adalah uang pribadi Anda, bukan uang hasil curian, korupsi atau sejenisnya, yang sejatinya merupakan hak orang lain. Namun karena uang tersebut Anda peroleh melalui pinjaman yang  mengandung unsur riba, dimana pinjaman seperti ini tidak dibenarkan dalam hukum Islam menurut mayoritas ulama, maka -menurut saya- inilah yang menjadi pokok permasalahan; Apakah usaha dan hasil usaha yang dimodali dengan uang seperti itu halal ataukah haram?

 

 

Baca juga: Hukum Bunga Bank

 

Dalam hal ini, memang ada perbedaan pendapat di kalangan ulama, ada yang menghalalkan dan ada pula yang mengharamkan. Namun menurut saya, pendapat yang menghalalkan lebih kuat, karena sejatinya yang haram adalah transaksi ribanya, bukan uangnya yang sejatinya adalah uang Anda, bukan uang yang didalamnya terdapat hak orang lain secara batil dan bukan pula uang yang dihasilkan dari transaksi riba (baca: bunga bank). Karenanya, Anda pun tidak dikenai kewajiban untuk mengembalikan uang tersebut atau mensedekahkan sebagiannya kepada fakir miskin. Andaikata Anda mau mensedekahkannya, maka yang berlaku adalah hukum sedekah pada umumnya yaitu sunah dan murni atas kerelaan hati Anda.

 

Namun perlu juga Anda ketahui bahwa ketentuan seperti itu berlaku dengan catatan jenis usaha serta barang atau jasa yang ditawarkan dalam usaha tersebut adalah halal. Pendapat ini dianut oleh banyak ulama dari kalangan madzhab Syafi'i dan Maliki.

 

 

Demikian yang bisa saya jelaskan, mudah-mudahan bermanfaat. Aaamiin. Wallaahu A’lam…Fatkhurozi