Cari Di Sini!

Konsultasi Umum (Fiqh)
Hukum Pengobatan Alternatif (2) PDF Print E-mail
Konsultasi Umum (Fiqh)
Sunday, 01 May 2016 13:57

 

Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Yth. Ustadz, saya mau tanya tentang hukum pengobatan alternatif. Sejak bulan Juni 2014, istri saya terkena kanker payudara. Pada bulan Juni 2014 itu, payudara sebelah kanan sudah diangkat, dikemo dan diradiasi. Alhamdulillah pada bulan Juni 2015, sudah dinyatakan bersih. Tetapi pada bulan Agustus, dinyatakan sudah metastasi ke kepala bagian belakang hingga menyebabkan istri saya harus dirawat kembali.

 

Pada pertengahan Februari 2016, kembali dinyatakan bersih. Namun 2 minggu kemudian, istri saya tidak bisa jalan. Hasil pemeriksaan dokter menyatakan bahwa telah terjadi metastasi ke tulang ekor tempat pusat saraf motorik. Hal itu menyebabkan bagian pusar ke bawah tidak bisa digerakkan.

 

Dalam keadaan seperti itu, saya mencoba pengobatan alternatif. Pengobatan yang dilakukan adalah dengan cara membaca surat-surat Al-Qur'an. Namun proses pengobatan juga dilakukan dengan memakai kembang, yaitu pada saat pengambilan gumpalan darah di badan istri saya yang dilakukan dengan cara dihisap. Saya lihat sendiri ada darah beku dan ada urat yang keluar. Katanya itu adalah akar-akar kanker. Pada saat pengambilan darah, bapak yang mengambilnya seperti kesurupan. Dalam keadaan seperti itu, dia menulis tentang jenis penyakit yang diderita istri saya dan tindakan selanjutnya yang harus dilakukan.

 

Selain itu, saya juga diwajibkan untuk sedekah kepada yatim piatu, fakir miskin dan kaum dhu'afa. Yang ingin saya tanyakan, apakah cara pengobatan dengan menggunakan kembang seperti itu dibenarkan dalam Islam? Terima kasih atas jawaban yang diberikan.

Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

B -

 

Jawaban:


Wa'alaikumussalam Wr. Wb.

Saudaraku yang saya hormati, saya turut prihatin atas musibah penyakit yang menimpa isteri Anda. Mudah-mudahan musibah tersebut dapat menjadi ladang ujian kesabaran bagi Anda dan istri, ujian kesabaran yang pada akhirnya akan meningkatkan derajat keimanan dan ketakwaan kepada ALLAH swt.

 

Pada konsultasi serupa mengenai pengobatan alternatif, saya pernah menjelaskan bahwa kekhawatiran seperti yang Anda rasakan bisa dimaklumi, karena sebagai muslim, kita harus berhati-hati agar tidak terjerumus ke dalam hal-hal yang diharamkan, termasuk dalam masalah pengobatan. Apalagi Rasulullah saw. pernah melarang kita untuk berobat dengan menggunakan sesuatu (obat atau pengobatan) yang haram. Termasuk ke dalam katagori pengobatan yang haram ini adalah pengobatan dengan menggunakan metode yang mengandung unsur-unsur syirik. Sebab sebagaimana diketahui, syirik adalah dosa yang paling besar di antara dosa-dosa besar lainnya. Apabila seseorang yang pernah berbuat syirik meninggal dunia sementara dirinya belum sempat bertaubat atas dosa tersebut, maka Allah tidak akan mengampuninya, sebagaimana difirmankan Allah dalam Al-Qur`an surah An-Nisaa ayat 48. (Baca juga Pengobatan Alternatif)

 

Saudaraku, di sini saya ingin mengingatkan bahwa dalam kaitannya dengan setan dan upaya untuk menjerumuskan manusia, Al-Qur'an selalu menggunakan kata "kaidusy-syaitan" (tipu daya setan). Ini yang harus kita cermati! Seorang penipu, bila dia berhasil menipu secara terang-terangan, maka dia tidak perlu bersusah payah untuk mencari cara untuk lebih menyakinkan orang yang menjadi targetnya. Namun bila cara seperti itu dirasa tidak akan berhasil, maka dia akan menggunakan cara-cara yang lebih soft serta lebih bisa meyakinkan sehingga tidak menimbulkan kecurigaan di hati si target.

 

Dari pengalaman spiritual dan supranatural saya, saya jadi mengetahui begitu banyak cara setan untuk memperdaya dan menipu kita. Bila tidak bisa dengan cara A, maka dengan cara B atau -bahkan- cara Z yang menyebabkan si target tidak sadar bahwa dirinya sedang diperdaya. Yang penting tujuannya tercapai, yaitu diri si target lebih negatif secara spiritual atau kejiwaan.

 

Dalam kasus yang Anda hadapi, saya hanya bisa menyarankan kepada Anda dan istri beberapa hal:

  • Perbanyaklah istighfar (mohon ampun) atas semua kesalahan dan dosa, baik yang disadari ataupun tidak. Upayakan agar istighfar yang dilakukan tidak sekedar di mulut, tapi benar-benar diresapi dan diniatkan benar-benar karena ALLAH swt.

  •  

  • Perbanyaklah mohon ampun untuk kedua orangtua (dan seterusnya ke atas, tidak perlu menyebutkan nama), seperti dengan berdoa: "Ya ALLAH ampunilah dosa kedua orangtua dan kakek nenek kami semuanya, yang muslimin dan muslimat."

  •  

  • Hiasilah diri Anda dan istri dengan hal-hal yang positif, termasuk ketika melakukan ibadah apapun, niatkanlah semua karena ALLAH swt. dan fahamilah ibadah -apapun ibadahnya- sebagai proses pendekatan kita kepada ALLAH dan sebagai proses penyucian diri kita dari unsur-unsur negatif.

  •  

  • Dengan jiwa yang lebih bersih, mudah-mudahan fisik istri Anda (dan juga Anda) akan lebih sehat. Tentunya semua atas izin ALLAH swt, Dzat Yang Maha Kuasa. Inilah salah satu makna yang tersirat dalam firman ALLAH swt.: "Sungguh beruntung orang yang membersihkan-diri" - (QS. al-A' laa: 14)

  •  

  • Setelah berikhtiar ke dokter, jangan lupa untuk senantiasa memupuk tawakkal dan totalitas kepasrahan kepada ALLAH swt. 6. Bila ada yang ingin ditanyakan lebih lanjut, Anda bisa hubungi saya melalui WA/telepon, dengan menghubungi saya terlebih dahului melalui Fatkhurozi Chafas Dua

Wallaahu A'lam...Fatkhurozi

 

 

 
<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 Next > End >>

Page 3 of 34